By on April 17, 2022. Posted in .

MONITORĀ  IKLAN, PROMOSI, DAN SPONSOR (IPS) ROKOK

DI WILAYAH SEKOLAH KABUPATEN BOGOR

Aisyah Hasim*1, Rizka Dwi Cahyani*, Gita Ayu Atikah*, Sarah Nuzulia Nur Rahmah*, Ridho Yudha*, Kresna Bhayu Adelta
*Forum Indonesia Muda
fimhore@gmail.com 

ABSTRAK  

Sebanyak 69% persen remaja di Indonesia telah menjadi perokok. Iklan, promosi, dan sponsor (IPS) rokok menjadi salah satu penyebab tingginya perilaku merokok pada remaja. Monitor iklan, promosi, dan sponsor rokok di Kabupaten Bogor perlu dilakukan mengingat jumlah pelajar tingkat menengah yang mencapai 548.257 murid. Kegiatan monitor ini dilakukan untuk mengetahui gambaran keberadaan iklan, promosi, dan sponsor rokok di sekitar sekolah. 

Kegiatan monitor ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cluster random sampling pada 8 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Bogor dengan cakupan 41 sekolah. Hasil monitor menunjukkan bahwa media/bentuk iklan rokok yang paling sering digunakan adalah spanduk (75%), billboard (25%), dan poster (5%). Iklan-iklan ini berada di lokasi-lokasi strategis di sekitar sekolah seperti warung (92%) dan di jalan menuju sekolah (8%). Isi yang terkandung dalam iklan mencakup slogan (55%), merek (33%), dan promosi harga (12%). Hasil monitor juga mencatat terdapat 11 perusahaan rokok yang menempatkan iklannya di sekitar sekolah. 

Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa remaja/pelajar masih menjadi target utama industri rokok melalui iklannya. Oleh karena itu hasil monitor ini menghasilkan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memiliki regulasi pelarangan iklan, promosi, dan sponsor rokok.

Kata kunci: 

Monitor | Iklan, Promosi, dan Sponsor (IPS) Rokok | Kabupaten Bogor | Pelajar | Sekolah

Translate »